Sabtu, 22 Oktober 2022

thumbnail

Drakor, Suka atau Tidak Suka?

Mengapa banyak orang suka drakor
Drakor atau Drama Korea mulai digandrungi saat masa pandemi dimana orang -orang banyak menghabiskan waktunya dirumah dan mereka bisa menemukan banyak pilihan hiburan yang bisa mereka akses dengan mudah sambil rebahan di rumah. 
Dilansir dari berapa artikel online, drakor banyak diminati karena genre cerita yang beragam. Tidak melulu kisah romance, tapi juga ada yang mengupas profesi, sejarah, detektif juga horror. Tidak seperti sinetron Indonesia yang episodenya bisa sampai ribuan, drakor ini porsi episodemya pas , yaitu sekitar 12 -16 episode. Sehingga penonton tidak bosan atau terlalu lama menunggu sampai episode terakhir. Penampilan visual aktor dan aktris yang menawan tak dapat dipungkiri juga salah satu daya tarik drakor. Pakaian yang mereka kenakan juga terlihat fashionable. Sepanjang film mereka disuguhi paras menawan para pemainnya yang juga piawai dalam memerankan tokoh yang mereka perankan. Penonton akan dibuat hanyut hingga jatuh cinta dengan karakter yang diperankan para aktor dan aktris dengan pas. Sinematogrfi yang digarap dengan sungguh-sungguh dan penuh totalitas dipadukan dengan tempat shooting yang indah menambah kecintaan para peggemar drakor. 

Nah, kalau ada sederet alasan mengapa orang suka nonton drakor kenapa saya tidak suka drakor? Selayaknya dalam hidup selalu ada 2 sisi. Baik buruk, jauh -dekat  juga suka atau tidak suka. 
Nah, kenapa saya tidak suka drakor? Sebenarnya saya pernah suka drakor tapi cuma suka beberapa saja.Drama yang sangat popular di banyak negara d luar Korea sekitar tahun 2000an ini banyak menguras air mata. Ya, Endless Love. Ada juga Jewel in the Palace. Kenapa saya tidak suka drakor, salah satunya karena butuh waktu khusus untuk mengikuti drama series. Saya termasuk yang tidak telaten untuk menunggu sampai episodenya. Karena penasaran ingin tahu ending dari drama tersebut saya cukup browsing untuk tahu sinopsis drama tersebut sampai episode terakhir. Jadi kenapa saya harus menunggu dari episode ke episode kalau dengan baca sinopsisnya saja saya sudah puas.Alasan lain adalah saya khawatir addicted atau kecanduan dan menunggu dari sampai episode selesai.Nah itulah kenapa saya tidak suka drakor.






Kalau saya ditanya, saya masuk yang suka atau tidak suka drakor, maka jawaban saya adalah saya tidak suka. Saya pikir saya termasuk yang anti mainstream dimana selain remaja, ternyata emak-emak juga banyak yang suka drakor bahkan sampai addicted. Tapi saat saya baca- baca dan browsing tidak sedikit juga yang tidak suka drakor. Tentunya dengan alasan masing-masing. 

Subscribe by Email

Follow Updates Articles from This Blog via Email

No Comments