Sabtu, 29 Oktober 2022

thumbnail

Review Buku Walau Cara Kita Beda

Assalamualaikum friends
Alhamdulillah masih bisa menulis lagi untuk One Week One Post yang bertema Buku Favorit. Buku Yang akan saya review berjudul Walau Cara Kita Beda, sebuah antologi cerita dari guru Bahasa Inggris SMP/MTs se Indonesia. Mereka adalah peserta workshop model-model inovasi pembelajaran yang diselenggarakan PPPPTK (Pusat Pengembangan dan Pberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidika )Bahasa yang berlangsung pada bulan November 2019. Saya memilih buku ini untuk direview karena saya seorang guru Bahasa Inggris SMP dengan harapan bisa menambah wawasan saya dari praktik pengajaran bahasa Inggris yang  pernah mereka lakukan.  Antologi ini terdiri dari 4 buku, masing-masing buku berisi 23 atau 24 cerita. 
Dengan keberagaman cara mereka mengajar, mereka punya tujuan yang sama yaitu meningkatkan kompetensi peserta didik. 

Apa kelebihan buku ini?
1. Inspirasi untuk mengajar dengan memanfaatkan IT 

Pada cerita Video editting dan WAG , dituliskan bagaimana memaksimalkan sosmed yang sudah familiar yaitu WAG. Disini guru menemukan bahwa dengan membuat video dan membagikan di sosmed, rasa percaya diri siswa meningkat.

Pada cerita Kahoot Yahut, ibu Neneng dari Jawa Barat membagikan pengalamannya menggunakan aplikasi Kahoot yang memfasilitasi pengguna untuk bermain kuis. Hampir semua siswa menyukai belajar menggunakan Kahoot karena para siswa tertantang untuk berlomba-lomba untuk bisa menempati ranking teratas. 

Pada cerita dengan judul Quizizz Sang Penyemangat, ibu Putri Cahyani membagikan pengalamannya menggunakan aplikasi Quizizz yang bisa dimainkan lewat hp. Sebagian besar siswa sangat antusias karena mereka akan bersaing menjadi yang teratas dan 3 peserta dengan skor tertinggi mendapat reward berupa piala virtual dan namanya muncul sebagai juara di layar hp yang tentunya sangat membanggakan dengan harapan motovasi belajar mereka juga akan meningkat.

2. Inspirasi mengajar menggunakan barang yang ada di sekitar

Keterbatasan tidak menyurutkan para pendidik untuk mengajar dengan menggunakan media yang ada di sekitar. Ibu Anik Purwani menggunakan babe atau barang bekas dalam mengajar materi label. Anak-anak menemukan berbagai label baik label obat, makanan atau minuman. Secara berkelompom siswa mempresentasikan hasil pengamatan label di depan kelas2. 

Pada cerita Dwi Fungsi Jendela , bapak Mingga Ria Hadi menceritakan bagaimana dia mengajak siswa memfungsikan jendela menjadi jendela baca dimana para siswa bisa membuat rak buku/tempat buku sederhana yang terbuat dari kayu atau kertas,kemudian buku-buku ditata tapi dan menarik sehingga peserta didik termotivasi untuk membaca buku. Mereka juga diminta menuliskan semacam sinopsis dari buku yang mereka baca dalam sebuah jurnal untuk mengetahui capaian mereka mengenai buku yang telah mereka baca.

Kekurangan dari buku ini adalah hanya beberapa penulis yang mencantumkan Lesson Plan atau RPP (Rencana Pelaksanaan pembelajaran) yang tidak hanya berisi procedur pembelajaran yang mereka lakukan tapi juga lengkap dengan instrumen penilaian.

Secara umum buku ini sangat menginspirasi kami, guru Bahasa Inggris SMP untuk memberikan yang terbaik untuk anak didik kami. 

Subscribe by Email

Follow Updates Articles from This Blog via Email

No Comments