Jumat, 11 November 2022

thumbnail

Film Favorit

Saat ditanya apa film favoritku. Aku mikir sejenak karena ada beberapa film yang aku sukai. Tapi ada satu film yang aku sukai dari dulu sampai sekarang bahkan aku rela untuk nonton dan nonton lagi. Film yang aku sukai masuk kategori film jadul atau film klasik. Judul film itu sama dengan buku yang juga aku baca berkali-kali, The Secret Garden yang ditulis dengan apik oleh Francis Hudgson Barnett.  Aku  membaca bukunya setelah terlebih dahulu menonton filmnya. Dan aku merasa bahwa aku harus berterima kasih pada sang sutradara, Marc Munden yang begitu piawai meracik film tersebut. Film the Secret Garden seolah mewujudkan imaginasi pembaca buku dengan judul yang sama. Detail setting, alur cerita dan tokoh-tokohnya seolah nyata.
Film ini berawal dengan setting jaman perang antara India dan Pakistan. Tokoh utamanya adalah Marry, gadis kecil dari keluarga bangsawan Inggris yang tinggal di India. Dia tumbuh menjadi gadis manja yang segala sesuatunya dilayani para pelayan namun dia tidak pernah merasakan kasih sayang ibunya yang seolah hanya melahirkan Marry dan diserahkan kepada para pelayan untuk diurus. Bahkan dia tidak mau menggendong Marry. Dia sibuk pergi ke pesta dengan para istri bangsawan lainnya. Hingga akhirnya Marry benar-benar kehilangan kasih sayang orangtuanya saat keduanya meninggal karena terserang wabah penyakit kolera. Bahkan pelayan yang selama ini setia merawatnya juga tak luput dari wabah tersebut. Selanjutnya Marry dikirim ke Inggris, tanah kelahiran orangtuanya. Satu-satunya kerabat yang masih ada adalah pamannya. Seorang bangsawan dengan rumah besar dan tanah yang luas serta para pelayan yang siap diperintah kapan saja.Sejak dalam kereta yang menjemputnya, Marry sudah disodori sejumlah aturan oleh kepala pelayan dirumah pamannya. Setiba dirumah pamannya, gadis kecil yang  penuh rasa ingin tahu berusaha menyingkap tabir rahasia dirumah pamannya. Dia menelusuri lorong-lorong yang sepi dan gelap dirumah pamannya tanpa ada rasa takut sedikitpun. Sayup-sayup dia mendengar suara anak kecil berteriak dan kadang menangis. Namun suara itu timbul tenggelam kalah dengan suara angin yang menderu.  Saat dia bertemu pelayan yang dia temui, dia mengalihkan pembicaraan dan berusaha meyakinkan Marry bahwa suara itu hanya khayalan Marry saja. 

Subscribe by Email

Follow Updates Articles from This Blog via Email

No Comments